CARA MENULIS KARYA ILMIAH


23.22 |


1. Langkah Menulis Karya Ilmiah
Karya ilmiah (Karangan Ilmiah) adalah karya yang mengungkapkan hasil pengamatan, penelitian atau peninjauan terhadap sesuatu. Karya ilmiah ini disusun menurut metode atau sistematika tertentu dan isi kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.
Ada beberapa jenis karya ilmiah. Salah satunya adalah makalah, penulisannya tidak dilakukan begitu saja, tetapi melalui tahap-tahap tertentu, yaitu persiapan,pengumpulan data, penulisan dan penyuntingan.
1. Tahap Persiapan
Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini adalah memilih topik, menentukan permasalahan dan membuat kerangka tulisan.
2. Tahap Pengumpulan Data
Dalam tahap ini penulis harus mencari data atau keterangan mengeail hal-hal yang mempunyai hubungannya dengan tema yang dibahas. Data dapat diperoleh dari kepustakaan, seperti buku, koran, majalah atau brosur. Selain itu, penulis juga dapat mencari informasi dilapangan dengan cara pengamatan dan wawancara.
3. Tahap Penulisan
Setelah data terkumpul, penulis mulai menyusun karya ilmiah. Tentu saja tulisan ini dibuat berpedoman pada kerangka tulisan yang kita sudah buat dalam bagian sebelumnya.
4. Tahap Penyuntingan
Setelah tulisan selesai, penulis tidak lansung mengakhirinya begitu saja, tetapi kita harus menyunting atau memperbaikinya terlebih dahulu, penulis harus membaca karyanya dari awal hingga akhir. Hal-hal yang diperbaiki meliputi isi karangan, sistematika penyajian dan bahasa yang digunakan.

2. Menentukan dan Membatasi Topik yang Dipilih

Topik adalah pokok pembicaraan. Jika kamu teliti, sebenarnya topik ini banyak tersedia disekitarmu, misalnya tentang masalah sosial, pertanian, lingkungan, pendidikan, pariwisata dan sebagainya. Dalam menyusun karya ilmiah, penulis hendaknya menulis topik yang menarik minatnya dan benar-benar dipahaminya.
Apa yang harus dilakukan penulis setelah menentukan topik? Penulis harus melihat kembali apakah topik yang dipilih sudah sempit ataukah masih terlalu luas. Jika ternyata masih sangat luas, penulis harus melakukan pembatasan topik. Caranya dengan cara membuat bagan pembatasan topik.

3. Menentukan Gagasan yang akan Dikembangkan dalam Karya Ilmiah

Melalui karya ilmiah, penulis menyampaikan idea tau gagasannya kepada masyarakat atau pembaca. Gagasan yang akan disampaikan tentu didasarkan atas pengamatan atau penelitiannya diapangan. Sekilas, gagasan penulis sebenarnya sudah tampak dalam tema dan judul yang dipilih. Selanjutnya, gagasan –gagasan tersebut dikembangkan lebih luas dalam rumusan masalah dan pembahasannya.
Bagaimana cara merumuskan masalah yang benar? Perlu diperhatikan bahwa masalah yang dirumuskan harus berhubungan dengan topik yang dipilih. Oleh karena itu, setelah masalah dirumuskan, perhatikanlah sekali lagi, apakah rumusan tersebut sudah sesuai dengan topik atau belum.

4. Mengembangkan Kerangka Karangan Menjadi Kerangka Karangan Ilmiah

Setelah kerangka karangan selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah adalah mengembangkan karangan tersebut menjadi kerangka ilmiah yang utuh. Kerangka yang sudah dikembangkan kemudian dimasukkan dalam susunan atau urutan unsure-unsur pembentuk karangan ilmiah. Susunan unsure pembentuk karangan ilmiah ini disebut disebut dengan sistematika. Karya ilmiah memang harus disusun berdasarkan sistematika tertentu.
Bagaimana sistematika sebuah karangan disusun? Karangan ilmiah disusun mengikuti konvensi naska karangan ilmiah. Secara umum, berdasarkan konvensi yang berlaku, sebuah karangan ilmiah terdiri atas (a) bagian pendahuluan, (b) bagian isi dan (c) bagian penutup.

a. Bagian Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisi hal-hal dibawah ini:
- Latar Belakang Masalah
(memaparkan pentingnya masalah yang akan di teliti dan alas an pemilihan masalah tersebut)
- Rumusan Masala
(berisi sejumlah kalimat pertanyaan yang akan dicari jawabannyasetelah melakukan penelitian)
- Tujuan Penulisan
(barisi paparan tujuan yang akan dicapai berdasarkan masalah yang akan dirumuskan)
- Manfaat Penulisan
(berisi manfaat yang dapat diambil, baik bagi peneliti maupun bagi pihak lain)
- Metode Penulisan
(berisi metode atau cara yang digunakan oleh penuis atau peneliti dalam melakukan penelitian., yaitu tempat dan waktu penelitian, subjek penelitian, intrumen penelitian dan prosedur penelitian)
- Sistematika Penulisan
(berisi susunan atau urutan pembentuk karya ilmiah yang dipakai oleh penulis dalam menyusun karya ilmiah)

b. Bagian Isi
Bagian isi berisi pembahasan masala sesuai tujuan penulisannya. Dalam bagian inilah penulis mengemukakan pendapatnya berdasarkan temuan dilapangan. Untuk memperkuat pendapatnya, penulis perlu menggunakan rujukan berupa pernyataan atau pendapat orang lain sesuai dengan permasalahan yang ditulis.

c. Bagian Penutup
Bagian penutup berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan yang ditulis didasarka atas bagian pembahasan masalah. Saran sifatnya boleh ada boleh juga tidak. Artinya, jika dipandang perlu, saran dapat dikemukakan. Saran ditunjukkan kepada piak yang terkait dengan penerapan hasil penelitian.


You Might Also Like :